Air untuk
Kehidupan Menurut
Teori Darwin, kehidupan bermula dari air.Di dalam air makhluk hidup yang
awalnya hanya makhluk satu sel berkembang biak dan melakukan evolusi selama
ratusan juta tahun sehingga menghasilkan makhluk yang bersel banyak (unisel).
Jika tidak ada air maka tidak ada kehidupan. Air adalah sumber bahkan asal mula
dari kehidupan di planet Bumi ini. Bumi bisa disebut juga sebagai planet air
(ocean planet) karena 75 persen permukaan bumi diselubungi oleh lautan. Karena
diselubungi oleh lautan itu pula yang menyebabkan iklim dan cuaca di Bumi
sangat kondusif bagi makhluk hidup. Menurut catatan Wahana Lingkungan Hidup
Indonesia (Walhi) Pusat, jumlah volume air total di Bumi adalah sekitar 1,4
miliar km3. Namun jumlah yang sungguh besar tersebut tidak banyak yang dapat
dimanfaatkan oleh manusia karena 97,3 persen di antaranya merupakan air laut.
Hanya 2,7 persen jumlah air yang tersedia di permukaan bumi dapat dimanfaatkan
oleh manusia, yaitu yang merupakan air tawar yang terdapat di daratan.Namun
jumlah air tawar yang tersedia di planet ini, sebanyak 37,8 juta km3 tersebut
adalah berupa lapisan es di puncak-puncak gunung dan gleyser dengan porsi 77,3
persen. Sementara air tanah dan resapan hanyalah 22,4 persen, serta air danau
dan rawa hanya 0,35 persen, lalu uap air di atmosfir sebanyak 0,04 persen, dan
sisanya merupakan air sungai sebanyak 0,01 persen. Air tanah merupakan timbunan
air yang meresap melalui pori-pori tanah selama berabad-abad ke lapisan bawah
dari ekosistem yang ada di atasnya, dan bagian terbesar ada di kedalaman lebih
dari 800 meter, di luar jangkauan manusia untuk dapat mengeksploitasinya.
Dewasa ini, hanya 0,3 juta km3 atau sekitar 0,79 persen dari keseluruhan air
tawar yang dapat dijangkau.Teknologi untuk memompa air lebih dari kedalaman 800
meter masih membutuhkan biaya yang mahal hampir setara dengan menambang minyak
bumi. Oleh karenanya masih banyak orang yang memanfaatkan air permukaan dan
sebagian air tanah untuk memenuhi kebutuhannya akan air. Sedangkan menurut
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indonesia memiliki 6 persen potensi
air dunia atau 21 persen potensi air di Asia Pasifik.Namun ironisnya dari waktu
ke waktu rakyat Indonesia mengalami krisis air bersih, baik dari segi kuantitas
maupun kualitasnya karena sumber-sumber air yang ada telah rusak atau tercemar.
Selain itu kebutuhan akan konsumsi air naik sebesar 15-35 persen perkapita per
tahun. Sedangkan ketersediaan air bersih cenderung melambat akibat kerusakan
alam dan pencemaran. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 200 juta,
kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak. Sumber bahan baku air bersih di
Indonesia berasal dari sungai, sumur, air artesis, mata air, dan lain-lain.
Sumber air perusahaan daerah air minum (PDAM) di seluruh Indonesia berasal dari
201 sungai,248 mata air dan 91 artesis. Pada 2020 diperkirakan jumlah penduduk
perkotaan menca-pai 150,2 juta jiwa dengan konsumsi per kapita sebesar 125
liter, sehingga kebutuhan air akan mencapai 18,775 miliar liter per hari.
Menurut LIPI, kebutuhan air untuk industri akan melonjak sebesar 700 persen
pada 2025. Untuk perumahan naik rata-rata 65 persen dan untuk produksi pangan
naik 100 persen. Pada umumnya sungai-sungai di Jawa dan Sumatera berada pada
kondisi yang sangat memprihatinkan. Sebagian besar sungai yang merupakan sumber
air bagi masyarakat telah tercemar oleh limbah industri maupun domestik. Water
Supply & Sanitation Collaborative Council (2007) melaporkan bahwa sebanyak
2,6 miliar manusia atau 40 persen penduduk dunia tidak memiliki akses untuk mendapatkan
sanitasi dasar. Sedangkan hampir 1 miliar penduduk dunia nyaris tidak
mendapatkan air sama sekali. Sedangkan menurut Kompas (5/10/07), 24 juta
penduduk Indonesia tidak memiliki akses terhadap fasilitas dasar, seperti
penyediaan air bersih, jauh melebihi negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Krisis Air
Bersih Kita saat
ini tengah berada di paruh tenggat waktu untuk pencapaian Tujuan Pembangunan
Millenium (Millennium Development Goals - MDGs) yang mencakup berbagai target
spesifik untuk mengurangi hingga separuh jumlah penduduk yang tidak memiliki
akses terhadap air bersih dan layak pakai. Dunia masih menghadapi tantangan
yang serius menyangkut ketersediaan air bersih dan sanitasi. Peringatan Hari
Air Sedunia mengingatkan kita akan realitas yang ada, dan fakta bahwa
kekurangan air kronis berdampak pada sekitar 900 juta penduduk di seluruh dunia
serta merupakan ancaman terhadap kerusakan sistem ekologi, meningkatnya
persaingan untuk mendapatkan air, serta meruncingkan ketegangan lintas batas.
Beberapa negara Afrika mengalami bencana kelaparan akibat kemarau panjang dan
sulitnya mendapat air. Kendati secara harafiah dunia tidak akan kehabisan air
karena air hanya berganti siklus, tempat dan waktu. Tapi kelangkaan air
merupakan ancaman nyata dalam pembangunan manusia di berbagai tempat dan
sebagian besar proporsi penduduk dunia. Menurut laporan UNDP (1997) sekitar 700
juta penduduk di 43 negara hidup di bawah ambang batas kebutuhan air minimum
yaitu 1,700 meter kubik per orang per tahun. Dan diperkirakan dalam 20 tahun ke
depan sekitar 3 milyar penduduk dunia akan hidup di bawah ambang batas
tersebut. Meningkatnya kebutuhan air akibat perluasan kota, industri,
pertanian, serta tuntutan akan energi semakin menyulitkan kondisi masyarakat
miskin yang memang sudah rentan terhadap ketersediaan makanan dan mata
pencaharian. Laporan Pembangunan Manusia (Human Development Report) PBB 2006
menyerukan pengakuan terhadap kebutuhan air bersih dengan harga yang terjangkau
sebagai hak asasi manusia. Perusahaan air minum harus menekan harga semurah
mungkin untuk produk air yang dihasilkannya dan melakukan subsidi silang antara
pelanggan kaya dengan pelanggan dari kalangan masyarakat miskin. Ironisnya,
kita hidup dalam dunia dimana semakin kecil pendapatan seseorang, semakin besar
biaya yang harus dikeluarkan orang tersebut untuk memenuhi kebutuhannya akan
air. Rumah tangga yang termiskin di negara berkembang menghabiskan hampir 10
persen dari pendapatan mereka untuk memenuhi kebutuhan akan air. Sementara di
negara maju jika pendapatan yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan akan air
melebihi 3 persen, keadaan tersebut akan dipandang sebagai kesulitan ekonomi.
Air bersih (PAM) di negara kaya dan maju justru lebih murah ketimbang di
negara-negara berkembang. Di Jakarta atau kota-kota besar lain misalnya,
penduduk miskin harus membeli dengan harga Rp 2.000-Rp 5.000 untuk satu derigen
air bersih. Air tersebut hanya digunakan untuk minum dan memasak, sedangkan
untuk keperluan MCK (mandi cuci kakus) mereka menggunakan air sungai yang keruh
dan tercemar.Tak usah jauh-jauh, jika kita berkunjung ke Bagan Percut,Deli
Serdang kehidupan perkampungan nelayan yang aliran sungainya hanya beberapa
kilometer ke Belawan itu sungguh memprihatinkan. Di sana aktivitas seperti
mandi, mencuci bahkan buang air besar dilakukan di pinggiran sungai yang keruh.
Saluran air dari PDAM tidak ada di sana. Air memang melimpah ruah di sungai
tapi sangat sulit mencari air bersih.
Kesadaran
Bersama Perlu
kesadaran bersama agar masyarakat menjaga sumber-sumber air yang ada termasuk
sungai-sungai yang banyak terdapat di Indonesia. Kebiasaan membuang limbah,
sampah bahkan kotoran ke sungai perlu dihentikan. Bukankah lebih baik jika
limbah pabrik dibuat penampungan netralisasi terlebih dahulu di darat.
Sampah-sampah yang ada bukankah lebih baik dibakar atau di tanam di darat
ketimbang dihanyutkan ke sungai. Masyarakat di sepanjang sungai bukankah lebih
baik membuat septic tank atau WC umum di darat ketimbang membuang hajat di
sungai yang tak lain adalah sumber air dari air yang mereka pakai sendiri? Air
sebagai sumber kehidupan telah dipahami semua orang. Sayangnya hanya sedikit
yang memahami bahwa air adalah sumber daya alam terbatas bahkan sangat rentan
keberadaannya. Sebagian besar masyarakat masih mengeksploitasi sumber daya air
dengan mengabaikan kaidah-kaidah keberlanjutan (sustainability). Akibatnya
berbagai musibah kerap terjadi seperti banjir, longsor dan kekeringan yang
frekuensinya makin meningkat sehingga menelan banyak korban harta benda dan
nyawa sia-sia. Oleh karena itu, peringatan Hari Air Sedunia harus bisa
mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian sumber-sumber air
yang ada untuk mendukung kesejahteraan hidup bersama. ***
Jual macam-macam Tangki Panel | Tangki Fiber | Tangki Panel Fiber | Septic Tank Fiber | Tangki Air Fiber | Tangki Pressure | Tangki STP | Tangki IPAL | Tangki
Solar Fiber | Tangki Minyak | Tangki Kimia | - Bekasi
Kami
Berdagang dan menjual serta merawat memperbaiki :
Tangki Panel | Panel Fiber | Tangki Fiber | Tangki Panel Fiber | Septic
Tank Fiber | Panel Tank | Tangki Mobile | Tangki Bertekanan | Tangki SPBU | Tangki Solar | Tangki Minyak | Tangki
Kimia | Septic Tank | Tangki Industri | Tangki Silinder | Tangki Kotak | dll
Selain Tangki Fiber kami juga menerima pesanan bermacam-macam produk dari bahan Fiberglass, seperti : Seluncur Fiber untuk Wahana Waterboom, Tempat Sampah Fiber, Tandon Waterpark Fiber, Tangga Darurat Fiber untuk Gedung-gedung, Furniture Fiber, Aquarium Fiber, Kolam Fiber, Septictank Fiber, Toilet Fiber, Arena Bermain Fiber, Atap Fiber dan Lain-lain.
Produk dijamin berkualitas dan kekuatannya sangat bisa diandalkan, keawetan dan tahan lama bias digunakan hingga bertahun-tahun (long lasting).
Kami
menggunakan tenaga-tenaga kerja terampil ahli dan
berpengalaman di bidang pabrikasi fiberglass
sehingga jaminan produk dan pekerjaan kami bisa dipercaya.
Kami
juga mengerjakan desain dan kontruksi Fiberglass
Reinforced Plastic ( FRP industry specialist.) untuk skala rumah tangga, badan usaha,
industri, pabrik, hotel, apartemen, taman bermain, pekerjaan atap, pekerjaan
talang (air ) dan lain-lain.
Kami
melayani pemesanan khusus ( by costume ) untuk
partai besar dan kecil dalam waktu yang cepat dan tepat waktu sesuai perjanjian
kerja untuk seluruh wilayah Republik Indonesia.
Kami bisa menjadi mitra kepercayaan bagi usaha
dan solusi untuk setiap langkah bisnis anda.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami :
Alamat : Jalan Elang No.04
RT.004/RW.06 Jati Raden - Jati Sampurna, Bekasi 17433
Telepon : 021-92198446 / 0878 3654 8677 / 0821
1426 1210
Contact Person : Wanto
Bisa dilihat di website kami sebagai berikut : www.ciptaabadi11.indonetwork.co.id



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar